kamera dikendalikan dengan cara berkedip untuk memberikan orang salah tingkah

Meski semakin canggih, kamera smartphone pada dasarnya belum memberikan fungsi fotografi yang ringkas untuk penggunaannya masih sama seperti metode yang standar seperti, Anda harus mengeluarkannya dari penyimpanan, mengaktifkan kamera, mengarahkan ke objek dan melihat live preview, kemudian menekan tombol shutter.

Shota Takase memberikan kabar gembira bagi para fotografer dadakan. Ia memperkenalkan alat unik bernama Blincam yang mampu menyulap kacamata biasa menjadi kamera ringkas sehingga Anda tidak akan melewatkan momen-momen berharga. Konsepnya begitu menarik sehingga kampanye crowdfunding perusahaan berjalan sangat sukses, mengumpulkan dana lebih dari 10 kali lipat target awal.

Menariknya lagi, Blincam sebetulnya memanfaatkan teknik yang sudah ada sebelumnya, yaitu mengaktifkan tombol shutter melalui kedipan mata yang digunakan di sejumlah kamera selfie hingga Google Glass. Blincam ini mampu mengetahui mana kedipan yang disengaja dan kedipan tidak sengaja dengan ke akuratan 90 persen sensor khusus yang tersambung melewati Bluetooth, hasil – hasil jepretan akan segera disalurkan ke smartphone Anda.

Blincam hadir dalam bentuk persegi panjang kotak mungil mirip dengan flash disk yang dapat Anda letakan di sisi samping kaca mata, berbobot hanya 25 gram . Alat tersebut mempunyai satu tombol fisik dengan modul lensa mengarah ke depan. Blincam kompatibel ke handset Android dan iOS, juga menyimpan baterai terpasang tetap, menjaganya tetap aktif hingga empat jam atau sampai delpan jam.

Berdasarkan penjelasan penciptanya, Blincam tidak dirancang buat menggantikan fungsi kamera sesungguhnya, melainkan sebuah alat untuk mengabadikan saat – saat penting yang berlangsung singkat. Bayangkan, ketika Anda sedang mengendarai sepeda dan ingin mendokumentasikan sesuatu di perjalanan, Anda tidak perlu mengeluarkan smartphone dari tas atau saku celana Anda, cukup arahkan saja kacamata ke target dan berkedip.

Walaupun ide dari Blincam terdengar menjanjikan, gagasan “kamera dengan kedipan” sejauh ini masih sulit dituangkan jadi produk mainstream. Seperti bentuk sebelumnya, Blincam belum memberikan solusi bagaimana cara pengguna mengetahui arah jepretan secara tepat. Lalu dengan beredarnya produk ini ke  masyarakat umum, akan timbul masalah privasi seperti Google Glass.

Saat ini produk masih berada di tahap pengembangan, tetapi developer telah membuka rencana untuk meluncurkan Blincam pada bulan Agustus 2017 dan mereka menawarkan dengan harga sebesar US $ 185.

 

Sumber: http://www.gizmag.com/blincam-portable-camera/44535/